Paket Cinta

Kata orang, cinta itu ngga harus memiliki.
Kata orang, cinta itu ngga memaksakan.
Kata orang, cinta itu bukan gimana bisa dapetin dia.
Kata orang, cinta itu tentang bagaimana melihat dan membuatnya bahagia.
Kata orang, cinta itu tentang merelakan dia dengan orang lain yang lebih mampu membuatnya bahagia.

Dari perspektifku yang seorang gadis berusia 19 tahun nan labil, kata-kata orang di atas itu kok kayaknya hanya sekedar teori ya? Maksudnya, orang mana yang bisa benar-benar rela melepas orang yang dia cinta? Orang mana yang bisa benar-benar rela tidak memiliki orang yang dia cinta? Orang mana yang bisa benar-benar tidak memikirkan bagaimana caranya mendapatkan orang yang dia cinta?

Seringkali, cinta dan obsesi itu beda tipis. Rasa benar-benar cinta dan benar-benar ingin memiliki itu beda tipis. Kalo kamu terobsesi dengan seseorang (udah kayak lagu Rocket Rockers aja, Terobsesi :D), bisa jadi kamu belum tentu cinta. Tapi kalo kamu cinta dengan seseorang, aku yakin sedikit-banyak, kamu akan berpikir bagaimana cara agar bisa terus bersamanya, mendapatkannya, menjadikannya milikmu. Akan selalu ada keinginan memiliki ketika kamu mencintai seseorang. Se-sedikitbanyak apapun.

Ketika kamu mencintai seseorang, selalu ada perasaan yang aneh di dadamu dan perutmu. Ya, butterflies are there.

Ketika kamu, salah, aku mencintai seseorang, selalu ada perasaan yang aneh. Aku menginginkanmu bahagia. Tapi aku lebih menginginkan kamu bahagia denganku, aku yang bisa membahagiakanmu. Aku menginginkanmu nyaman. Tapi aku lebih menginginkan kamu nyaman denganku, aku yang bisa menyamankanmu. Aku menginginkanmu.

Mencintai, menginginkan, dan membutuhkan adalah satu paket lengkap yang diberikan Tuhan ketika kamu benar-benar mencintai seseorang. Bohong rasanya jika ada yang benar-benar menyatakan bahwa dia HANYA mencintai seseorang dan tidak menginginkan pun membutuhkannya. Seperti kata JKT48 dalam Heavy Rotation kan? “I want you, I need you, I love you”. Ketiganya merupakan paket lengkap yang tidak bisa kamu uraikan dan dapatkan terpisah.

Ketika aku mencintaimu dalam diam, bukan berarti aku tidak menginginkan dan tidak membutuhkanmu. Aku SELALU menginginkan dan membutuhkanmu. Hanya saja, lidah dan jari-jariku tak cukup mampu untuk menyampaikannya padamu. Tidak lisan ataupun tulisan. Di balik perasaanku, di balik aku yang mencintaimu, menginginkan, dan membutuhkanmu, ada aku yang tidak ingin mengganggu dan menyakitimu. Ada aku yang berharap bahagia untukmu. Ada aku yang berharap aku yang bisa membahagiakanmu. Ada aku yang berpikir bagaimana caranya bisa menyampaikan dan menunjukkan cinta, ingin, dan butuhku padamu tanpa mengganggu kenyamananmu. Ada aku yang terlalu tak sanggup melihatmu akrab dengan wanita lain. Ada aku yang merindukanmu.

Percayalah, buatku, berpindah hati bukan hal yang mudah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s