Ruined

Rasanya saya sudah begitu dekat. Beberapa momen dan signs nunjukin bahwa kamu kepada saya. Dan saya mengacau. Sekarang, di sinilah kita. Selain berjarakjauhan secara fisik dan raga, juga secara hati dan emosional. Lantas, apa lagi yg harus saya tunggu? Yg harus saya pertahankan dan perjuangkan? Rasanya ngga ada kan? Tapi di sini saya. Masih berdiri dan belum menyerah. Berharap ada keajaiban atau jalan keluar. Yg saya tahu, Allah ngga akan ninggalin saya sendiri tanpa penyelesaian, pertolongan, dan jalan keluar. Saya hanya belum cukup gigih memohon dan meraih serta menangkap pertolonganNya. Entah bagaimana skenarioNya dan jalanNya. Entah Dia mengatur ‘kita’ pada level baru, entah Dia memberi kita masing-masing seseorang yg sama sekali baru.
FYI, sejauh ini cuma 2 laki-laki yg saya mau jadi seseorang baru. Selain kamu. Sayangnya, 2 laki-laki ini tidak tampak seperti kepada saya. Jadi, saya masih nungguin campur tangan Dia soal enaknya gimana. I have totally no control on these.

Di atas spring bed,

Tika

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s