Apa Bedanya Kita sama Petani?

Saya, mahasiswi pertanian, seringkali diberitahu dosen bahwa petani punya posisi tawar yg rendah & jelek. Tidakkah kadang kita, mahasiswa-mahasiswi, juga berada pada posisi tawar yg buruk?

Ya contoh kecil deh. Misalnya dosennya salah, atau ngasih tugas yg kelewat susah, kita ga bisa protes. Kalo kita ngerjainnya ngga maksimal, banyak yg kurang, suka kita yg disalahin. Dibilang males lah, ngga teliti lah, deelel. Padahal, kadang emang kita yg ngga nemu literatur atau sumber shahih tentang tugas itu. Mau nanya, takut malah jadi bumerang, malah kita yg diomelin.

Mahasiswa…kita yg bayar, kita yg dibungkam, kita yg ngga bisa nuntut apa-apa. Mungkin kita bisa nuntut pemerintah lewat demonstrasi (‘aksi’ nowadays), giliran ke institusi tempat kita sehari-hari berurusan, susahnyaaaaaa udah kaya ngurus STNK ilang.

Jadi, apa bedanya kita sama petani?

Saya sih bukannya kelewat mengkritik tanpa bisa ngasih solusi. Saya cuma curhat aja. Solusi? Ya harusnya mah institusi (universitas/sekolah tinggi/politeknik/apapun) mau lebih dengerin dan peduli sama kita. Bukannya kita manja, kadang, emang ada situasi yg ngga memungkinkan dan mengenakkan kan?

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s