UTBBYS, The Hoop

HAIIIIII….!

It’s been a week since my last post, huh?

Well, ini agak kaya berita sih kali ya saya nulisnya. Haha. Sekalian ngedraf buat di beberapa portal berita online, yg salah satunya ngga bisa saya akses akunnya. And it happened for a lot of times! *sigh

Under The Big Bright Yellow Sun.

No, ini bukan judul puisi ataupun cerpen. Ini adalah nama sebuah band asal Bandung, also known as UTBBYS. They play post rock, with no lyrics. Yes, you wont hear anyone’s voice in their songs. Instrumental. Percaya ngga ada yg post-rock tapi instrumental? Sama. Awalnya saya ngga percaya. Kata ‘instrumental’ selalu identik dengan musik klasik nan berat. Semacam Beethoven dan Mozart. But they play post rock, dude! Post-rock.

Awalnya saya agak bodo amat karena cuma dua temen saya yg excited dengan kedatangan band ini ke Jatinangor, Sabtu (27/3) kemarin. Tapi saya makin penasaran karena ada temen lain yg beda friend-circle sama dua temen saya ini yg juga excited. Akhirnya di tengah seminar tentang diversifikasi pangan, saya pinjem ponsel temen saya buat buka soundcloud dan nyari UTBBYS di soundcloud. Mengingat internal storage & RAM ponsel saya cupu, saya uninstall soundcloud dan memprioritaskan slotnya untuk aplikasi lain. Ketemu! Akhirnya saya dengerin. Dan keren!! Asli, kalian harus denger! Beli albumnya! Saya belum beli albumnya karena kemarin di gigs saya ngga bawa cash banyak. Hahasyem. Duapuluhtujuh, vroh! :”)

Tapi saya udah niat bakal beli albumnya kalo saya punya uang. (Walaupun bisa sih ngopi dari Mirza yaa~) Buat saya kasih ke ayah saya. Buat nunjukkin kalo genre yg saya suka juga bisa elegan seperti yg ayah saya suka. Hihi.

Well then, back to UTBBYS. Pertama mereka naik ke ‘perform spot’ (I’m not sure about calling that ‘a stage’ anyway. Haha), kan soundcheck tuh. Prosedur standarlah. Ribet dengan kabel-kabel dan ampli-ampli dan efek-efek gitar yang…gile…banyak dan gede. Yah, they play instrumental anyway. Mirza came and whispered to me, “Tik, bassis-nya emang mirip gue ya?”.

“Nunduk, coy. Ngga keliatan..”

“Waktu Qualitea Time yg di Unpad anak-anak pada ngeledekin gue mirip dia.”

“Oh, waktu lo masih sama Niken tea ya?”

Dan gue sukses membuka luka lamanya. HAHAHA. Maafin yaa, Mr. Pemred! ><

Anyway, they hit the gig well! I was gonna give them a standing applause but I was already standing for the whole show! Haha. Keren, asli. Dan sepanjang mereka perform, kalo pas mata saya lagi ngga sengaja liat ke bassis-nya, saya malah jadi ketawa. Mirip si Mirza, aslik! Lucu, jadi berasa nonton temen sendiri padahal dia lagi berdiri di samping saya. Hahaha. Sayang misi saya bikin dia foto bareng sama si bassis gagal.

Yang saya kepikiran di tengah-tengah performance mereka adalah…they act a li’l bit strange. Lebay kalo kata anak-anak kekinian. Tapi ada satu yg saya tangkap dari ekspresi mereka. Mereka kesurupan! IMO, ada perbedaan mendasar antara ‘kaya kesurupan’ dan kesurupan. Menurut saya, komen ‘kaya orang kesurupan’ biasa dilontarkan kepada mereka yg act strange tapi ngga masuk akal, asal-asalan. Tapi kesurupannya UTBBYS ini ya, saya rasa mereka kesurupan something people called ‘soul’. Entahlah, ini opini saya sebagai yg awam aja sih. But they played good! More than just good! They’re awesome. Kalian harus dengerin. Dan nonton.

Terima kasih untuk perkenalan dan malam yang manis, UTBBYS! :]

Oh! Dan terima kasih untuk Randy (I’m still waiting for your photos, dude), dan Mirza.

Links you REALLY need to click:

UTTBYS’s soundcloud

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s