Month: July 2014

H+2 Eid 1435/2014, Duka Penutup Juli

Ini gue tulis di dalem mobil, di perjalanan menuju Pedan, Klaten. Rumah nenek gue tercinta, yg sekarang ditinggal penghuninya ke langit.
Iya, katanya kalo ada yg meninggal dia bakal jadi bintang di langit.
Dan malam ini bintang itu bertambah satu, bernama Sumirin.
Selamat jalan, Mbah Uti. Dijaga Allah di sana ya. Nanti kita kumpul lg di Jannah-Nya. Bersama Mbah Akung dan keluarga lainnya. Maafkan Tika kalo banyak salah sama Mbah Uti ya. Maafkan kalau ternyata Mbah Uti harus pergi dalam keadaan kecewa. Tika juga sakit ngerasainnya, Uti. Maafkan. Maafkan Tika terpaksa harus melepas gamitan tanganmu pagi tadi. Maafkan Tika ngga mampu cukup mengerti bahwa Uti cuma pengen ditemenin anak-cucu lengkap di Lebaran terakhirmu. Maafkan, Uti. Maafkan kami yg egois.
Allah menunggu Uti di sisi terbaik dan tempat tertinggi-Nya. Tenang ya, Uti. Doa kami selalu untuk Uti.

31 Juli 2014,
dengan luka penuh duka,

Cucumu, Tika

Advertisements