Dewasa

mature-quotes-4

“Jangan berani-berani ngaku dewasa deh kalo belom 20.”

Begitu kata saya pada seorang kawan berumur 18 tahun. Hahahaha. Well then, sebenernya bukan saya mendiskriminasi “adik-adik” yang masih berumur di bawah 20 tahun. Tapi percayalah, menyandang ‘status’ dewasa itu tidak mudah, Dik. Trust me.

Mature. Old.

Dua kata yang…kelihatannya sih mirip ya. Tapi beda. Literally translation-nya untuk masing-masing adalah ‘dewasa’ dan ‘tua’. See? Sederhana kok. Kalian juga pasti sering denger istilah ‘tua itu pasti, dewasa itu pilihan’. IMO, dewasa adalah sebuah keharusan. Tua memang mengenai usia dan fisik, sedangkan dewasa adalah mengenai psikologis. Tua adalah pertumbuhan, dewasa adalah perkembangan. Kamu mau bertumbuh tanpa berkembang? Ngga mau dong. Saya pun begitu. Pertumbuhan adalah pasti, perkembangan adalah pilihan? Salah. Perkembangan adalah keharusan. Yang seharusnya disadari sejak dini. Supaya ngga ‘telat dewasa’. Harusnya sih begitu.

Dewasa itu ditandai dengan apa? Menurut saya, cara paling sederhana untuk mengukur kedewasaan seseorang adalah melalui cara mengendalikan emosi. Emosi di sini bukan hanya marah ya, tetapi perasaan. Emotion. Dan…kemampuan menghadapi masalah. Orang yg memang (sudah) benar-benar dewasa menurut saya akan jauh lebih mampu mengendalikan emosinya. Misal, dengan tidak bertindak gegabah ketika marah. Lalu kemampuan menghadapi masalah…mungkin ini lebih ke ‘pake otak’ gitu ya kalo lagi dihadapkan pada sebuah masalah. Jadi ngga ngeduluin ‘perasaan’ atau si ‘emotion’nya tadi. Yaaaa pokoknya semacam kemampuan-kemampuan yg bikin diri kita upgraded than before. Buat saya, batasnya adalah usia 20.

Ada perbedaan besar yang terasa ketika memasuki usia 20. Ya itu, ‘gerbang kedewasaan’. ((ya’elaaaaahhh si Tika lebe amat bahasanya lebe. Hahaha)) Dewasa juga menurut saya ditandai dengan kemampuan bertanggung jawab. Menerima segala resiko dan konsekuensi yang terjadi sebagai akibat dari keputusan-keputusan yang diambil, misalnya. Dewasa ngga bisa sekedar ditandai dengan kepemilikan KTP, kawan. You have it when you’re 17 which you’re still in a senior high school grade. Dan semua keputusan serta kesalahan yg sekiranya kalian ambil di masa itu, masih akan dapet ‘back up’ atau ‘pembelaan’ dari manapun. Orang tua misalnya, atau guru BK sekolah. Hahaha. Begitupun ketika 18 dan 19.

But when you’re 20, the responsibility is all yours, dude. Ya ngga ‘makjleg’ juga sih, tapi sudah mulai banyak. Jauh lebih banyak. Setiap keputusan yg diambil, kesalahan yg timbul, resiko dan konsekuensi yg muncul, mostly ditanggung sendiri. Ngga ada guru BK yg bantu back up, orang tua pun…yaaa belain mah masih, cuma ya sudah mulai melepas juga. 19-20 itu masa-masa paling labil sih menurut saya. Hahaha. Transisi antara ‘teenager’ menuju ‘adult’, ‘young adultprecisely ((bahasanya The Sims niiihh)). Dan kebanyakan dilalui dengan membuat banyak keputusan yg ternyata salah. Lalu…ya gitu. Pait-paitnya ditanggung sendiri. HAHAHA. Yah, namanya juga belajar. InsyaAllah masih akan ada sekitar 44 tahun lagi untuk memperbaiki dan menjadi lebih baik. Ya dong, kalo umat Rasulullah kan jatah umurnya mostly sekitar 64 tahun. Hehe.

Therefore, untuk semua keterlanjuran dan kesalahan, percayalah ngga akan ada yg bisa menghindar dan menghilangkan perasaan bersalah atau menyesal, sewoles apapun kita menganggapnya. But it’ll be much better to consider it as a precious lesson to be a better person in the future. Introspeksi lah bahasanya mah. There’s nothing we can do anymore about our past, right? Terlalu dalam menyesali dan feeling guilty malah akan membuat hidup berhenti. We learn anyway. Heheh.

Kalo ada yg bilang ‘hope is dangerous’, then don’t hope. Wish. Wish for it, work for it, pray for it. God rules, guys. Kadang tanpa harapan, hidup malah jadi ngga bergairah 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s