Newest SAL’s MV: 31. DIY is Kickin’!

DIY.

Selama saya nonton dengan serius dan berpangku tangan, cuma tiga huruf ini yg berkelebatan di otak saya. Hahaha. Semangatnya emang DIY bangeeettt! Ngga tau sih, ini mah pengkategorian saya pribadi aja dari kacamata awam. Gimana ya bilangnya? Emm, sebenernya ‘agak’ standar sih konsepnya (duh maafin om, maafin ><). Ya ala band-band-an di garasi aja gitu lyk they’re practicing but filmed. Hehe. Cuma yg bikin saya amazed dan sukses bikin saya senyum sepanjang MV ini adalah SAL mampu memberdayakan teman-teman dan sahabat-sahabat mereka (dan beberapa pasangan mereka sih. hvft, aku iri) untuk ikut ambil bagian di MV ini.

The voc! (source: Atlas City SAL youtube)

The voc! (source: Atlas City SAL youtube)

Yes, the changing faces are their friends. Emm, ya saya tau aja sih. Wajah beberapa dari mereka saya kenali karena emang sering liat bareng mereka kalo pas mereka lagi manggung, since I was visiting their basecamp frequently when they were still at the house numbered the same as this song’s title. Pfft. Yes, I was their groupie once. Eh masih deng. Hahaha.

Kurang DIY apa coba? Talent-nya teman-teman sendiri, pun sutradara dan mungkin kameramen dan semua kru yg ambil bagian di MV ini, belum lagi lokasi pengambilan gambar yg mungkin juga di salah satu tempat milik salah satu dari mereka(((sotoy aja sih ini mah hahaha))),  ditambah endorsed outfit dari Buck Store yg kalo saya ngga salah sih pengelolanya juga one of them/their friend. See? Keren banget. I mean, dengan segala keterbatasan yg ada, they made it! Apalagi keterbatasan waktu. Saya tau mereka sekarang udah sibuk sendiri-sendiri, masing-masing. (((Tau ajaaaa~~))) The reason why this song is made, right? Tapi mereka masih nyempetin waktu buat satu ‘anak’nya ini. Standing ovation for them!!

Kutipan dari instagram SAL mengenai lagu ini:

31

Kami punya rumah kontrakan yang sangat kami cintai, karena didalamnya berisi sahabat-sahabat, rekan berkesenian, rekan menghabiskan berbungkus-bungkus kopi, dan tempat membuang sampah curahan hati. Rumah tersebut memiliki nomer alamat 31, lagu ini terinspirasi dari semua kisah persahabatan yang terjadi di rumah tersebut. Ketika itu, sebagian besar dari kami sedang berjuang untuk menyelesaikan tanggung jawab kami ke orang tua (ya, skripsi, begitulah), kami bahu-membahu, menambal pekerjaan satu sama lain hingga kesemuanya harus ada di tingkat yang setara di hari berikutnya. Ketika semua itu usai, kami tersenyum bahagia. Setelah itu, kami dihadapkan pada rintangan berikutnya, masa depan. Masing-masing dari kami tentu saja punya cita-cita yang berbeda, yang mengharuskan kami berpisah satu sama lain pada akhirnya, seperti kata OK Karaoke di lagu Departed, “All I know everyone has to go, on their own show”. Sedih pada awalnya, tentu saja, tapi memang begitulah seharusnya. Perpisahan ini tidak selamanya tentu, kami memang harus berpisah, tapi kami percaya hal ini agar kami dapat bertemu lagi di kemudian hari, dengan senyum-senyum lebar yang sama seperti di hari-hari sebelumnya.

Well, the MV is pretty neat and cool buat ukuran band indie dari Semarang. Yaaa, maklum sih kalo salah satu sutradaranya mereka pernah kerja sama bareng Mew dua kali mah yaaa. Hahaha. Bukan underestimate Semarang sih, cuma…yah kalian mengertilah skena di Semarang.

Saya ngga mau sok-soan jadi kritikus atau apa. Ini mah pendapat saya aja. Yang pasti, SAL sukses bikin saya kangen rumah, Semarang, dan gigs. Asli, saya udah lama banget ngga ngegigs. Hahaha. Keep the fire up, SAL!

PS: watch the video here!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s