Beda tapi Butuh

Segitu susahnya orang sekarang menghadapi dan menyikapi perbedaan. Beda selera musik, ribut. Beda klub bola yg dibela, ribut. Beda sekolah, tawuran. Beda kelamin, putus. Eh…yg terakhir engga ding. Maksudnya beda pendapat, putus.

Why dont we just simplify our thoughts? Ya kalo emang beda yaudah gitu lho. Neither you nor I nor them r wrong. Apalagi kalo yg ngga diatur secara sah baik di UU ataupun agama. Yawis mbok ben. Emang asik kalo dunia sepenuhnya sama? Enggaklah.

Bayangin kalo semua orang sama dan CUMA jago di perbankan. Siapa yg mau ngajuin kredit buat bikin bisnis? Siapa yg mau provide gadget dan mobil kalian? Kalo semua orang sama dan CUMA jago IT. Lha yg mau ngurusin sales dan ngejualin apps & software-nya siapa? Yg mau ngurusin promosi dan pemasarannya siapa? Kalo semua orang kaya, yg jadi buruh buat ngelintingin rokok kalian siapa? Yg mau berlumur oli ngerakit mesin kendaraan kalian siapa?

Yoklah, sama-sama sadar kalo emang ngga bisa hidup dan jalan sendiri. Semua saling butuh, langsung-ngga langsung. Ngga ada yg namanya bidang yg “terbaik”. Semua orang punya keahlian dan ke”terbaik”annya sendiri. And we dont have any rights to judge that as right or wrong. Yg ada hanya it suits you or not. If it doesnt suit you, then it doesnt mean it’s wrong. It could be suit me, her, or him. Itu aja kok.

annskaa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s