Masa Depan

Well, sebenarnya saya sudah mulai memikirkan tentang hal ini sejak 1,5 tahun lalu. Atau dua tahun. Pokoknya waktu saya semester 5. Semester mulai keluar dari zona jenuh kuliah dan mulai berpikir masa depan. Skripsi, dan tujuan setelahnya.

Bekerja.

Khas stigma orang Indonesia kebanyakan.

Tapi yah karena saya ngga punya hal lain yg bisa dikerjakan, sepertinya bekerja memang “satu-satunya” tujuan paling mungkin dan paling baik. Nasib saya tidak seperti mereka yg sudah memiliki bisnis stabil, baik milik orang tuanya maupun milik sendiri, yg setelah lulus kuliah bisa langsung fokus mengembangkan dan membesarkan atau sekedar melanjutkan menjalankan bisnisnya. Pun nasib saya tidak seperti mereka yg sudah Tuhan pertemukan dengan jodohnya, yg setelah lulus kuliah tinggal fokus mengumpulkan pahala sebagai istri/suami dan orang tua.

Saya hanya remaja putri (you may puke now :D) berusia awal 20an (lahacia~) dengan gelar sarjana yg baru sebulan disandang. Dan bahkan revisi abstract dan hardcover copy untuk perpustakaan jurusan saja belum saya selesaikan 😀 Yang akun Padjadjaran Student ID-nya udah ngga bisa login karena kemaren ngga validasi.

Yang harus niat, usaha, dan berdoa dua kali lebih keras.

Jika dibandingkan dengan mereka, fresh graduate yg bergelar S.Ikom. *deep sigh*

Bukan soal kapabilitas sih. Pun bukan soal perbandingan S.Ikom lebih baik dari S.P. atau sebaliknya. Enggak. Ngga ada hubungannya. Ini soal cita-cita dan keinginan. Passion? Mudah-mudahan.

Dari semester 5 saya emang udah mulai (iseng) buka-buka lowongan kerja. Yang sekiranya menarik minat saya aja dulu. Dan…yagitu. Setiap klik dan url selalu membawa saya pada lowongan kerja dengan kualifikasi “S.Ikom”. Sedangkan saya? S.P. Yaaa belom ngecek Trubus atau Flona sih. Siapa tau ada tempat di situ, yakan? Hehe.

Pada akhirnya saya ngga mau sambat (re: ngeluh) sih. Sepait-paitnya saya berusaha nelen aja. Toh empat tahun perjalanan menuju S.P. juga bukan waktu yg sia-sia. Mungkin saya memang ngga dapet teori atau ilmu formal mengenai jurnalistik, tapi saya dapet teori dan ilmu formal mengenai sosial-ekonomi dan bisnis pertanian. Kalau ada pekerjaan yg kira-kira berkaitan dengan background pendidikan sarjana saya toh saya juga ngga akan menolak. Kecuali kalo jadi web developer. Nah itu saya ngga ngerti. Ngupdate JAVA jadi PPAPI di Google Chrome aja saya gagap. Hahaha.

Saya selalu yakin bahwa apapun bisa dipelajari. Dan manusia memang kodratnya selalu belajar. Dari manapun. Di manapun. Kapanpun. Saya paling senang kalau sedang berada pada posisi di angkutan umum, katakanlah busway atau krl, dan di dekat saya ada dua orang yg sedang ngobrol dengan volume agak keras. Apalagi kalau obrolannya bukan tentang gosip picisan melainkan sesuatu yg katakanlah knowledgeable. Bahkan dari mencuri dengar, saya bisa mendapatkan ilmu.

Bicara soal instan, siapa yg ngga suka dan ngga kepingin? Ketersediaan mie instan yg tinggal dimasak 10 menit di kompor aja masih dirasa kurang instan. Terbukti dengan banyaknya mie cup yg tinggal dibanjur air panas. Hahaha. Semua lulusan baru juga pasti pengennya hari ini lulus, besok langsung kerja. Sama, saya juga gitu. Tapi kadang, kenyataan memaksa untuk berjuang dan berusaha dan berdoa lebih keras dulu. Toh hasil tidak pernah mengkhianati proses. Tidak seperti lelakimu yg nyadang perempuan dulu baru berani bilang putus. :p

Saya ngga mau nyerah gitu aja sama cita-cita saya. Pun saya juga ngga mau ngga realistis. Buat saya hidup akan lebih bahagia kalau seimbang. Untuk beberapa hal, berkompromi emang jadi satu-satunya jalan.

Tapi kalo emang masih bisa diusahain, se-‘berdarah’ apapun, rasanya nyerah bukan pilihan.

Anyway, happy graduation, Ann!

Officially S.P.!

Officially S.P.!

Advertisements

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s