Pola Asuh

Noted untuk saya di masa depan yg sudah menjadi ibu :’)

linimasa

Aku percaya pola asuh masing-masing orangtua adalah unik. Ia berbeda antara satu keluarga dan keluarga lainnya. Bahkan berbeda antara generasi satu dan selanjutnya; meskipun masih dalam satu garis keturunan.

Satu pertemuan dengan sekolahan Sekar, melibatkan ahli psikologi anak. Mereka menggolong golongkan pola asuh berdasarkan interaksi orangtua pada anak. Ide yang paling populer tentang hal ini datang dari Diana Baumrind, tahun 1960. Baumrind tertarik terhadap cara-cara orangtua mengontrol atau bersosialisasi dengan anak-anak mereka. Dibedakan lewat dua interaksi. Pertama: responsif. Atau berapa banyak kemerdekaan yang orangtua berikan pada anak. Kedua: tuntutan. Atau berapa banyak ketaatan yang ketat yang diberlakukan orangtua pada anak. Kedua interaksi ini kemudian digolongkan lagi dalam empat kategori. Meskipun peneliti yang berbeda memberikan nama yang berbeda, secara umum disebut: Otoriter, Tegas, Permisif, dan Lepas (Tidak terlibat).

image

Otoriter, yang menekankan ketaatan buta, disiplin keras, dan mengendalikan anak-anak melalui hukuman. Bisa juga melibatkan tidak adanya kasih sayang orangtua.

View original post 647 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s