Di Era Hashtag, Serius Mau Jadi #GenerasiNanya?

Gue lagi lowong di kantor, dan scrolling explore instagram. As always, they showed pics and vids that related with our interests, followings, and likes. Dan gue menemukan single e-flyer tentang upcoming gig called Noise Parade.

Pepatah “malu bertanya sesat di jalan” masih berlaku kok, dan menurut gue akan relevan sampai kapanpun. All hail yg bikin pepatah! Jagoan ya mereka kayak punya sixth sense gitu bisa liat masa depan jadi bisa bikin frase yg relevan sampai berdekade-dekade kemudian. Gue nggak anti sama orang nanya. Malah gue adalah orang yg cukup seneng kalo ditanyain. I can help them, at least. Or the least I can do, I can act like I could help by listening first. Kalo ternyata gue ngga bisa jawab, ya mohon maaf. Pfft.

Menurut gue, nanya harus selalu jadi option paling akhir. The last thing we choose to do. Kecuali lo lagi ada di seminar yg bisa diinterupsi dengan pertanyaan ke narasumber, it’s a totally different thing. Let’s say, ketika lo nyasar. I believe that we must be try to find a way first, tapi kalo emang udah mentok banget dan Google maps pun tidak membantu, akhirnya kita pakai sistem GPS…Gunakan Penduduk Sekitar. *lol*

Dan gue percaya bahwa hal yg sama berlaku untuk hal lain. Hubungannya sama instagram dan e-flyer Noise Parade? Jadi, kalo lo kebetulan lagi buka instagram Jimi juga, coba deh sempetin buat baca-baca komen-komen di e-flyer Noise Parade. Tadi gue liatnya yg bagian The Brandals. Smart people will get enough information from only reading the pic’s content and the caption, lyk gig’s time, place, and ticket price. But people who doesn’t as smart as their mobile phone? Just go check the comments.

Idk if they’re just trying to catch Jimi’s attention or they’re too lazy to read or what, I have no idea. And it happens not only on Jimi’s pic, but in any other things. Kehadiran google dan bing dan yahoo search menurut gue sudah lebih dari cukup untuk membantu kita menemukan or doing research first. Tapi toh pada kenyataannya, masih banyak aja yg memilih shortcut untuk nanya dulu, cari kemudian. For the people as famous and busy as Jimi, replying the questions one by one, and mostly are the same questions that are already asked, is exhausting…and wasting his time. Dengan Jimi berbaik hati untuk ngebales komen lo dengan sarkasme aja menurut gue udah bagus banget. Haha. Mungkin dia juga gemes sama orang-orang #GenerasiNanya.

Dan apakah fungsi hashtag? Mengapa twitter (as the pioneer of the hashtag) menciptakan hashtag? Gue rasa generasi millenial angkatan gue udah khatam jawabannya: untuk memudahkan dan mengumpulkan pencarian dengan satu keyword yg sama.

Last, jangan males buat nanya tapi jangan juga males baca, googling, dan scrolling hashtag.

Ketemu di Noise Parade besok malem ya!

With love,

Annskaa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s