Another Friendship Issue

Lucu sih ketika lo nyaman sama satu lingkungan, lo bisa menjadi diri lo sendiri tanpa harus pake topeng atau jaim-jaiman ngga penting, eh tiba-tiba ternyata malah dianggep sok asik & annoying.

Ya gue nggak seegois itu untuk kemudian ngga mau mendengar kritik & protes buat perbaikan diri gue sendiri. Silakan, gue menerima & mendengarkan dengan sangat terbuka. Walaupun seringkali gue ngga bisa langsung mengubah diri gue sesuai dengan kritik kalian, mereka, dan langsung transform or revolve jadi sosok yg kalian, mereka, inginkan. Karena mengubah & memperbaiki diri ngga segampang ngupil.

Tapi, the most disappointing of it all, adalah menyadari bahwa orang-orang yg selama ini gue anggap teman baik ternyata ngga lebih dari sekedar acquaintance. Yg nggak berani negur langsung, ngandani langsung, dan malah cuma berani ngomongin di belakang atau negur di tempat umum yg langsung-nggak langsung bikin gue merasa seolah-olah dipermalukan.

Gue adalah orang yg sangat sedih ketika kehilangan seorang teman. Rasanya kaya patah hati, dikhianati, dan gue bisa nangis ketika realise bahwa gue salah banget menilai & menganggap seseorang teman baik padahal…ya gitu.

Gue kecewa, kecewa banget. Ya sudah. Ternyata kita emang sesederhana ngga cocok untuk saling berteman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s