Mengampuni

Sebenernya gue masih punya utang satu tulisan tentang Awkarin.

Tapi kok kayaknya nyelesein ini duluan lebih seru ya? Hahaha. Yha mungkin karena ini soal perasaan kali yha. Yha. Perasaan aja terus. Hahaha. Ee ucing.

Ehem…mari kembali ke jalan dan pembahasan dan bahasa yg benar.

Well, ini isu lama sih. Tentang gue naksir orang dan blablabla. Entah udah ada berapa orang yg gue taksir selama dua tahun belakangan gue jomblo. Mulai dari pengen mengistirahatkan hati dulu, push away beberapa laki-laki yg udah cukup berani untuk make a move duluan, interes sama sahabat sendiri yg (padahal) pacar orang, naksir duluan selama setaun eh tapi dia malah jadian sama orang lain yg (sialnya) ngga jauh beda sama gue (iya ini déjà vu, sama seperti bagaimana dulu mantan gue pergi ninggalin gue), sama-sama naksir dan cocok tapi ngga bisa jadian karena ngga mau LDR, ketemu pertama kali sama mantan cyber-love 6 taun yg lalu, dan yg terakhir cuma bisa naksir dan sepik-sepikan di group chat karena setiap private chat selalu berakhir dead chat dan sudah berlangsung empat bulan (pathetic, huh?).

And those all happened and happens and happening for two years and (almost) two months. Lama ya? Hahaha. Gue sampe wondering dan sampe pada tahap ragu dan nggak pede sama diri sendiri dan mempertanyakan “Apakah emang gue segitu nggak pantesnya ditaksir orang?”. Dengan segala perendahan diri sendiri, gue takut malah jadi ngancurin self-esteem gue sendiri yg udah susah payah gue bangun lagi setelah apa yg dilakukan mantan gue yg terakhir.

Gue ketemu sama satu orang temen yg baiiiiiiikkkkk banget. And I really love to hanging around her. Mungkin karena dia selalu penuh dengan positivity dan ketulusan, yha walaupun anaknya galaknya lebih-lebih dari gue. Hahaha. Karena dia lebih tua dari gue, lebih banyak pengalaman, and somehow she’s much more religious (fyi, she’s a Protestant), curhatlah gue ke dia. Tentang semua kegelisahan gue, kenapa gue ngerasa gini ngerasa gitu, apa yg terjadi dan gue alamin, dan kenapa gue ngerasa gue udah move on tapi masih kerasa ada yg ganjel.

Sampe akhirnya dia bilang, “Mungkin kamu belum mengampuni, Nis”. DHEG!! Well, that’s the answer I’ve been looking for the whole time. Gue belum mengampuni dan memaafkan. Apapun. Ya orangnya, ya apa yang terjadi.  Relationship with my last ex is one of a major cause in my life, yang percaya ngga percaya, gue sampe jadi berubah personality dari Feeling jadi Thinking. I was an ENFP before, then I am now an ENTP. Surprising, huh? How a moment in your life can change your whole life even your personality.

Setelah percakapan itu, gue dengan sepenuh hati dan sepenuh niat pengen banget maafin mantan gue. Karena gue pikir satu-satunya masalah gue adalah mantan gue. Setelah sekarang gue jauh lebih bisa tenang kalo bahas dia (which I think this is one kind of a sign if you forgive someone or not), gue masih ngerasa ada yg ganjel.

And now I’m figuring out that he’s not the only person and thing I should forgive.

Nggak banyak, tapi si laki-laki yg gue taksir sepenuh hati selama setaun tapi malah pacaran sama orang lain adalah salah satunya. I still cant get him out of my mind, and probably my heart. The person, the event, it made scars. Dan dengan sikapnya yg masih ngejadiin gue “cadangan”, kadang gue masih suka mikir dan berharap bahwa gue masih bisa dapetin dia lagi. Walaupun pada akhirnya, mau ngga mau akal sehat tetep harus jalan. Haha.

I wouldn’t tell about every guy I’ve ever met. Gila, itu mah bisa setebel novel Harry Potter. Haha.

Gue juga ngga ngerti sih kenapa pengen nulis dan post ini. Impulsif aja. Besides, gue ngga tau harus bisa cerita ke mana lagi cuma sekedar supaya lega tanpa perlu dapet feedback.

Karena seringkali kita cuma butuh didengerin… dan dibaca.

Hahaha,

Annskaa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s