Happy Mother’s Day, Ibuk!

​Gue nggak pernah se-sentimentil ini soal Hari Ibu di taun-taun sebelumnya. Tapi entah kenapa, taun ini kerasanya beda.

Mungkin karena saat ini gue sudah dewasa, sudah dan sedang mencoba menjadi orang dewasa seutuhnya walaupun masih tetap dengan bantuan dan kasih sayang ibu dan ayah walaupun dari ratusan kilometer. Gue bahkan ngga sadar bahwa hari ini Hari Ibu sampe gue scroll instagram dan ngeliat banyak postingan temen-temen sama ibu masing-masing. Instead of posting a pic with Ibuk, gue malah post foto sama sahabat gue yg soon-to-be mom (padahal baru kawin Sabtu kemaren), Gita, in order to do #appreciationchallenge. Gue emang antimainstream. Hahaha.

Still, I found out that Path provides #kataibu featuring #pathdaily. Akhirnya gue post #kataibu dengan kalimat yg dulu Ibuk pernah bilang waktu gue putus sama Dimas, dan beberapa bulan lalu ketika gue mulai kepikiran soal kejombloan menahun. Hahaha lebay, padahal baru 2 taun lebih dikit. 


Dan gue ngetik sambil mbrebes mili. Pengen pulang. Pengen peluk Ibuk. Pengen cerita kalo gue udah memasuki usia kepikiran soal menikah, soal pasangan, soal hidup, soal gue mau jadi apa, soal gue akan bisa sukses dan cukup membanggakan mereka apa enggak, soal gue lelah tapi nggak berani, soal gue yang masih bingung dan “tersesat”.

Dua libur tambahan di dua pekan ke depan nggak bikin gue lantas bisa pulang ke rumah. Jakarta-Semarang itu transportasinya sesulit nyari ukuran sepatu hak tinggi buat kaki gue. Hahaha. Sebenernya banyak, tapi mahal. Gue udah ngabisin 1,7 juta buat PP di long weekend tgl 10-12 kemarin. Berat atuh kalo harus ngabisin segitu lagi buat 2x pulang lagi :”) (((akhirnya gue beneran curhat)))

Tapi gue percaya, someday, gue akan sampai di masa di mana beli tiket PP sebulan 5 juta pun ngga akan jadi masalah. Aamiinn!

Ibuk, Tika akan selalu butuh doa Ibuk di setiap langkah dan jalan dan pilihan hidup yang Tika ambil. Semoga ibuk-ayah sehat terus, dan bisa selalu nemenin Tika sampai Tika udah bener-bener siap buat dilepas ke orang lain, buat bisa mandiri, dan bisa jadi ibu sekuat dan setangguh Ibuk buat anak-anak Tika nanti. Maafkan kalau Tika sering ngelakuin kesalahan-kesalahan yang sengaja-nggak sengaja, sadar-nggak sadar, ngecewain Ibuk. Tika sayang Ibuk!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s