​#ReviewAlaAla: La La Land, Some Says It’s a Mature Love

Ada yang belum nonton La La Land? Mumpung masih ada di bioskop, buruan deh sempetin buat nonton. Film ini bukan yang seru buat ditonton di layar kecil TV atau komputermu, Sayang.

Klise sih ceritanya, tentang cinta-cintaan. Ape lageeeeee. Bahasan abadi. Hahaha. Yang keren dari film ini adalah message dan value yang berusaha disampaikan. Tentang perjuangan, kesetiaan, harapan, optimisme, kerja keras, dan kompromi.

Intinya sih cerita antara dua orang, laki-laki dan perempuan, Sebastian dan Mia, yang ceritanya sama-sama seniman amatir. Sebastian sebagai pemain piano yang setia sama idealisme dan kecintaannya pada jazz “murni”, dan Mia sebagai barista coffee shop yang punya cita-cita untuk bisa jadi aktris. They found each other, fall in love, living together, and so on and so on. Dari awal film ini, lo udah dikasih impresi megah. Asli. Lagipula zaman sekarang jarang-jarang loh ada film musikal “yang bagus”. Just please don’t count High School Musical. Hahaha.

Film ini baper alert. Soalnya lo nggak mungkin terus nggak pengen punya pasangan kaya Seb atau Mia yang bisa sepenuh hati itu untuk saling mendukung satu sama lain. Pengorbanan dan kompromi yang diputuskan untuk dijalani, konflik-konfliknya. Ngaduk-ngaduk emosi banget sih. Keren abis kru-kru yg bikin film ini.

I wont tell you the whole story, or even worse, the ending.

Ending yg bikin gue nangis mulai dari rembes sampe tersedu-sedu yang tersengal-sengal karena berusaha untuk nggak ngeluarin suara. Filmnya kelar, lampu bioskop nyala, orang-orang jalan keluar lewat depan gue, gue masih ngontrol nafas dan suara sambil nutup mata pake tisu. Malu sih. Pfft.

Salah sih nonton film ini pas lagi period. Hormonnya lagi roller coasting, moodswing, sensitif, yah sudah, BHAY! Tapi gue menikmati banget sih film ini, walaupun awal-awal gue agak ngantuk karena ya biasalah orang desa kalo kena AC dan kursi empuk. Hahaha. Beberapa temen gue bilang film ini seru ditonton sama mantan sebagai bukti bahwa ya sayang tuh nggak harus bareng (most bullshit thing I’ve ever heard sih, tapi ya faktanya emang gitu, I’ve been through it :”D). Ada juga yang bilang bahwa film ini tuh representasi dari cinta yang dewasa, yg beneran tulus.

Tapi buat gue, film ini tuh ngajarin tentang gimana lo gigih untuk tetap pursue mimpi lo, cita-cita lo, walaupun lo harus berkompromi dengan ngejalanin apa yg ada dulu tanpa harus nyerah.

Nonton deh makanya buruan! Nanti lo akan tau dan punya opini sendiri tentang film ini sebenernya tentang apa 😀

Btw, Ryan Gosling-nya ganteng abis!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s