Waktu yang Terbang

​Time really flies.

I don’t know if it flies with an ordinary airplane engine or an extraordinary spaceship engine. Nggak kerasa aja hal-hal yg diingetin Facebook, Path, atau bahkan temen kurang kerjaan yg ngereply mention gue di Twitter 5 taun yg lalu, ternyata ya udah berlalu se-lama itu.

Gue nggak mainan Timehop. Toh tanpa Timehop pun Facebook udah cukup rajin buat munculin foto-foto lama yg gue upload atau gue di-tag bertahun-tahun lalu. Sometimes, it makes me smile. But another time, it makes me frown. Kadang kemunculan foto-foto lama ini bikin gue jadi mikir, merenung. Selain mengenai betapa banyak yg udah gue lalui, foto-foto ini juga soal betapa banyak orang-orang yg datang dan pergi di hidup gue, berapa banyak yg masih tinggal dan menjalin hubungan baik dengan gue, berapa banyak yg pergi atau gue tinggalkan atas berbagai alasan yg muncul, siapa saja orang-orang yg gue sayang dan gue rindukan atau sudah tidak lagi gue sayang tapi ternyata deep down inside gue rindukan. It’s possible, right? And it happens all the time, sadar nggak sadar.

Ngeliat hal-hal yg terjadi di masa lalu bikin gue yg overanalytical type mikir dan menebak-nebak apa yg akan terjadi sama gue di masa depan. Berdoa untuk yg baik-baik di masa depan mah pasti, tapi kegiatan ini selalu diikuti dengan refleksi dan pertanyaan ke diri sendiri, “Gue udah ngelakuin apa aja buat bisa ngeraih masa depan yg gue cita-citakan?”

Bahasan tentang cita-cita, impian, dan masa depan selalu jadi topik yg sensitif dan sedikit menyeramkan buat gue sejak Semester 5 bangku kuliah. Wondering if I could get my dream job or not, how to get my dream job which isn’t linear with my educational background, these questions are scaring me. The future is scaring me. Membayangkan dengan siapa laki-laki yg akan jadi teman gue menghabiskan waktu mulai dari bangun tidur sampe tidur lagi, yg mukanya gue liat dia lagi dia lagi tiap hari, yg punggungnya gue liat pas sholat jamaah, lah kenapa gue jadi mellow romantis gini??! Hahahaha.

Yaaaa pokoknya mah ngga boleh berputus asa aja, Ann. Gue akhir-akhir ini lagi banyak banget diliatin dan diingetin untuk nggak berputus asa dari rahmat Allah. Maybe the universe wants to tell me something, hope it’s something good. Amin!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s