Bahasa dan Typo

Some people chose to write and speak in English than Bahasa Indonesia. Some people do this because they think they’re cooler when they do. Just like what I’m doing while typing this paragraph. But it’s all gone when you mistype the words, or it’s called typo nowadays.

Nggak kok, nggak salah sama sekali. Menurut gue suka-suka lo aja mau ngomong pake bahasa apa selama yg lo ajak ngomong nyambung dan mudeng. Mau pake Bahasa Mandarin juga kalo yg lo ajak ngomong ngerti mah silakan aja. Kalau konteksnya ngomong atau bicara…pake mulut.

Hal yang akhir-akhir ini sering gue temukan adalah tulisan. Nggak usah serumit tulisan sepanjang feature atau artikel sih, sesederhana caption medsos aja. Sebenernya sama aja kayak ngomong, suka-suka lo aja mau nulis dalam bahasa apa. Malah lebih bebas karena pembaca caption lo bisa dari kalangan mana aja. Lo nulis pake bahasa dan aksara Yunani kuno juga kalo pas yg baca ada yg ngerti ya ngerti aja, kalo yg nggak ngerti, ya paling postingan lo sekedar di-selewat scroll.

Cuma gue gemes aja kalo ada yg nulis dalam Bahasa Inggris terus typo. Bukan apa-apa sih, untuk sesuatu  yg ingin dipublikasikan, menurut gue mah harusnya dicek dulu kali ya. Bahasa Inggris tuh bahasa kedua kita kan. Yakin. Dari jaman TK atau pre-school alias PAUD juga nih bahasa kayaknya udah diajarin biar kita akrab. Tapi toh ternyata seakrab-akrabnya kita, masih ada aja yg salah tulis. Kekurangan vocabulary? Dude, it’s not even a reasonable reason in this era. Tinggal buka google translate, lo bisa cek apa padanan kata yg kira-kira bisa dipake dan gimana penulisannya. Bingung grammar? Google it and you can find zillions of websites which provides you a lecture about grammar. Nggak zillions sih mungkin, gue lebay aja.

Balik lagi, it’s a matter of mau atau nggak mau. Tuh, gue jadi nulis dicampur. Hahaha. What you write and post and show on your social media affects your branding. Percaya deh. Kalo gue ya, kalo gue, malu aja gitu udah (sok-sokan) nulis pake bahasa asing taunya salah. Mending pake Bahasa Indonesia ajalah kalo lieur mah, meh teu ngerakeun.

Yang bikin gue sedih, seringkali typo yg gue liat adalah kata-kata sederhana yg harusnya tiap hari diomongin, didengar, dibaca. The most common mistake I found: coffee. Ada yg nulis cofee, coffe. Another common mistake I found: disappointed. Ada yg nulis dissapointed, disapointed. Seringnya sih emang terjadi di kata-kata dengan huruf ganda. Suka lupa mana yg double. Tricky ya? Nggak apa-apa, mungkin baru belajar. Mungkin.

Ya pokoknya mah selalu double check apapun yg mau di-post di medsos ya! Baik caption, foto, atau malah berita dan infografis. Capek baca info-info ndak penting nan provokatif dan ternyata hoax 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s