ending

Ending and Closure

Kamu tau apa yang paling menyakitkan dari kehilangan dan ditinggalkan diam-diam?

Tidak sempat berpamitan.

Buat gue, ending dan closure adalah dua hal berbeda. Ending adalah sesuatu yg berakhir tapi belum tentu akhir, sedangkan closure adalah sesuatu yg berakhir dan akhir, selesai. Sesuai namanya aja, penutup. Mungkin inilah kenapa akhir sebuah film selalu disebut ending dan bukan closure. Atau orang Indonesia aja yg nyebut ending?

Gue pernah denger cerita dari Mas Aziz, penggerak Change.org Indonesia, tentang perayaan 10 tahun “kamisan” ibu-ibu yg anaknya hilang ketika transisi Orde Baru ke Reformasi, bulan lalu. He told us a story about how some of them don’t change any details about their sons’ bedrooms. Mas Aziz bilang bahwa daripada meninggal, anak-anak ini hilang itu jauh lebih menyakitkan karena mereka nggak punya kesempatan untuk menutup, untuk berpamitan.

I don’t know how their stories are gonna go. Apakah cukup menjadi sebuah ending, atau akhirnya mereka bisa mendapatkan sebuah closure. Yang gue yakin, ibu-ibu ini akan selalu berdoa dan berupaya agar mereka bisa mendapatkan closure mereka sendiri, agar mereka akhirnya tahu dan yakin bahwa sekarang anak-anaknya berada di tempat yg baik, dan bahwa pengorbanan mereka nggak sia-sia.

Perjuangan masih berlanjut, perjalanan masih panjang. I believe that after a closure, something new and better will come.

Tapi emang sih nggak bisa bohong, kadang-kadang ada beberapa hal yg harus direlakan untuk berakhir tanpa sebuah penutup dan tanpa sebuah akhir. It’s just hung and as the time goes by, it’s disappeared. Gone. Cuma bisa diikhlasin.

Sometimes, you just have to let it go.

Jan. 24th, 2017

Annska’s Journal

Advertisements

All This Time You Were Pretending, So Much for My Happy Ending

Let’s talk this over, It’s not like we’re dead

Was it something I did? Was it something you said?

Don’t leave me hanging, In a city so dead

Held up so high, On such a breakable thread

 

You were all the things I thought I knew

And I thought we could be

 

You were everything, everything that I wanted

We were meant to be, supposed to be but we lost it

And all of the memories, so close to me, just fade away

All this time you were pretending

So much for my happy ending

 

You’ve got your dumb friends, I know what they say

They tell you I’m difficult, But so are they

But they don’t know me, Do they even know you?

All the things you hide from me, All the shit that you do

 

You were all the things I thought I knew

And I thought we could be

 

It’s nice to know that you were there

Thanks for acting like you cared

And making me feel like I was the only one

It’s nice to know we had it all

Thanks for watching as I fall

And letting me know we were done

 

He was everything, everything that I wanted

We were meant to be, supposed to be but we lost it

And all of the memories, so close to me, just fade away

All this time you were pretending

So much for my happy ending

 

Di atas adalah lirik lagu apa cobaaaa? Iyes, My Happy Ending-nya Avril Lavigne. Lawas ya? Iya. Kaya muka saya, lawas. Hahaha. Tapi menurut saya ini lagu yg enak banget. Asik didengerin dan dinyanyiin. Dan terutama sih sebenernya lagi pas sama kondisi saya. Cucok bingits deh pokoknya. Haha. Perlu dijelasin ngga kenapa saya sedang suka banget (lagi!) lagu ini? Ngga usahlah yaa. Pokoknya lirik lagunya lagi pas banget sama yg lagi saya hadapi. Oke deh, gitu aja. Coba yg penasaran, silakan dicari lagunya. Yg udah pernah tau dan termasuk diehardfans-nya Avril, diputer lagi lagu yg ini sabilikaa~ Hahaha. Selamat nyanyi-nyanyi… 😉